Saturday, 10 December 2011

Tribute to The Pledge - Dir en Grey

This song, especially the unplugged version, was introduced to me by a friend in my multiply blog. Surprisingly, the song etched deeply in my heart, and somehow it could always ease my anger or sadness though the song itself seems like filled with both plus despair :D
The drawing was being drew at the time I was too sad and too angry to express it without hurting anyone's feeling....so, back then I grab a paper and a pen and started scribbling like mad.



mitsumeteta awai negai o egaki
naze furueteiru? kodoku o kakae shounen wa seiten no sora ni nanimo nai koto no imi o
naze ni rinen wa haru
haruka tooi yakusoku no koe
mou kikoeyashinai sa

nagare katachi o kaeteyuki kieru
ima mo kokoro ubaware yaketsuku kusari no ato
urabureta koe koko ni hitori

naze ni rinen wa haru
haruka tooi yakusoku no koe
mou kikoeyashinai sa

This is my pledge to you

mada umaku ikirarenai sa
kaerareru no wa tada...

asu ni ikasaretemo
nanimo kawaru hazu no nai hibi
mada owarenai
komi ageru kokoro ga mada
saku no nara kotaetemiro yo

daremo iyase yashinai



I express the fleeting wish I had been gazing at
Why are you shivering? The lonely boy looks up at the sunny sky that holds no meaning


Where is the philosophy of spring?
The long lost promise
It cannot be heard anymore


As time goes by it changes shape and disappears
Even now after my heart was taken and rotted
My miserable voice is alone here


Where is the philosophy of spring?
The long lost promise
It cannot be heard anymore


This is my pledge to you
I cannot live successfully yet
But I think I can change


Even if tomorrow lets me live
The days will not change
It will not end
If my full blown heart blooms again
Then answer me


I can't comfort anybody

Sunday, 4 December 2011

Akiba Street

Sebenernya pas itu asal nyeletuk jadi akibaSt ....XD.
Intinya khan di lagu-lagu yg udah pernah digarap kemarin-kemarin sama nextGen, dan lagu-lagu yg cita2nya bakal digarap nanti coraknya tetep anime, tokusatsu, jpop, game yg pusatnya di Akiba kalo di Jepang :3
Soal kenapa "street", di Jepang sendiri banyak musisi-musisi yang start dari jalanan hingga bisa sampe jadi musisi besar dan keren. Lagipula, di "street" ada banyak org dgn banyak style dan masing-masing kepribadiannya. Dengan kata lain, kami bisa tetep jadi diri kita sendiri dengan karakter vokal dan karakter musik kita masing-masing disini, yang bisa lebur jadi satu ketika kami menyanyikan sebuah lagu bareng-bareng (hayah)
Yang mungkin bisa ngebedain kita dari otaku, kalo otaku mengcover dengan sungguh sugoi dan sungguh mirip aslinya, maka kita mengcover dengan style lain, yang entah jadinya lebih nge-rock, ato justru lebih kalem (akustik). Tidak menutup kemungkinan juga kita ngecover dengan gaya musik kita sendiri ato bikin lagu yang samasekali baru, walopun sementara ini kita belum tau apa kita punya tujuan sampe recording sendiri aja, recording sampe ke label, ato cuma utk sekedar melampiaskan keinginan nyanyi ngebawain lagu2 ost/anime/game/tokusatsu aja :3
ah iya....vocalists terdiri dari saya, Farid, Dhilla, Maurice, dan Dhoni. Gitar oleh Dede dan Mentoz, dan Bass oleh Nongky :3

Saturday, 5 November 2011

Two Band Logos in October

This October I've been working on two different band logos. One of them is the Surabaya's legendary Japanese soundtrack cover band OTAKU for their 10th anniversary mini-concert, and the other one is my new band with the Ko-J-Tsu Project NextGen formation called AkibaStreet or AkibaSu.
Actually I'm making the Otaku personels chibi too, but since there's not enough time to post the picture on the tee that they're going to wear during the mini concert, the logo was being used as the tee's image instead.




Tonight I accidentally stumbled upon the poster for this end-of-November event, and it somehow tickles me seeing two logos of a band that I create being posted in the same poster :D


Wednesday, 26 October 2011

ternyata jadi pengajar itu seru :D

Lama gak nulis-nulis notes, akhirnya saya kangen nulis juga :D
Hari ini sudah hampir 2 bulan saya mulai menjadi tenaga pengajar tidak tetap di salah satu calon PTN di Surabaya. Sebuah profesi yang sebenernya cukup mengagetkan diri saya sendiri, terutama karena sejak kecil saya samasekali ndak kepikiran untuk jadi guru (atau semacam guru).
Yep. Cita-cita jadi pengajar itu justru benar-benar baru muncul di akhir masa kuliah. Sebelumnya? ngebayangin aja nggak XDDD
Saya orang yang termasuk cepat dan mau belajar, tapi sangat geregetan ama orang yang diajari kayak gimana juga gak ngerti-ngerti. Makanya, saya seringkali nolak rikues guru2 semasa sekolah dulu untuk mbantu ngajari temen2 saya, daripada saya jadi geregetan sendiri trus akhirnya malah tanpa sadar ngomong sesuatu yang bikin hubungan pertemanan jadi buyar ^^;;.
Jangankan teman. Adek2 saya pun lebih sering males saya ajari karena mulut saya yang pedes ini.

Trus kenapa mendadak tertarik jadi pengajar?

Salah satunya mungkin justru karena saya kuliah di DKV ITS ya... Semasa berkuliah, seperti lazimnya anak kuliah, tentu saya dan teman-teman (lintas angkatan) pernah lah ngobrolin dosen, ngobrolin mata kuliah, dan tentu ngobroli berbagai cara ngajar para dosen kami saat itu. Ada yang senang cara ngajarnya pak ini, ada yang lebih suka diajar oleh pak itu, ada yang mikir seandainya matakuliah ini diajarkan oleh dosen yg itu mungkin bakalan lebih "nyandak" ketimbang diajar sama dosen ini, dan berbagai rasan-rasan khas mahasiswa lainnya. Dari rasan-rasan (yang entah kenapa kesimpulan-kesimpulannya malah nyantol di otak) ini, pada beberapa kesempatan, saya sering dijadikan sarana konsultasi oleh teman-teman tentang tugas yang kami hadapi. Ringan-ringan saja sebenarnya...sekedar tanya enaknya bikin asistensi yang seperti apa, atau asistensian ini kurang apa kok sampai ditolak ama dosen ini, atau hal-hal semacam itulah. Ndilalah sih, ternyata beberapa saran saya gol ketika dijadikan asistensi.

Setelah agak kecewa dengan pengalaman kerja saya di suatu tempat selepas wisuda kemarin, akhirnya datang tawaran mengajar dari mas Iqbal. Harapan saya sih awalnya ndak muluk-muluk, asal dekat dengan rumah dan membuat saya merasa nyaman karena tidak merasa "stuck" aja sih sepertinya udah cukup untuk dijadikan pegangan sementara ini (berhubung nyokap punya anggapan udah selesai kuliah ya kerja, mbuh dimana gitu). Saya sendiri tertarik mengajar lebih karena saya rasa jadi pengajar lebih punya kesempatan untuk bertemu dengan banyak orang, dan bisa belajar lebih banyak hal lagi, apapun itu :D. Lucunya, ketika saya mengabarkan hal ini ke beberapa teman dan sahabat, tanggapannya malah "Wah! cocok banget itu Ast!", "pantes deh kayaknya mbak", dan kalimat-kalimat sejenisnya...XDD

Awalnya, tentu kagok sekali. Saya bingung mau menempatkan diri jadi teman sharing atau menjadi sumber ilmu. Saya tidak ingin disepelekan, tapi saya juga (awalnya) nggak mau dipanggil "Bu". Lebih lagi nama saya kalo dipenggal dan ditambah sebutan "Bu" bisa-bisa jadinya malah "BuAs" =___=a (yeah, yang ini asli kekhawatiran gak penting deh sebenernya). Saya punya idealisme, saya ingin berbagi ilmu, saya ingin terus belajar, saya ingin berada di lingkungan yang dinamis. Tapi jelas ada rasa ragu, apakah saya yang seperti ini pantas untuk mengajar orang lain, terlebih berambisi tidak hanya jadi seorang pengajar, melainkan seorang pendidik? Apakah saya yang sekarang sudah cukup ilmu untuk dibagikan kepada teman-teman mahasiswa? Pertanyaan-pertanyaan itu terus mengganggu saya dan cukup membuat saya nervous di minggu pertama semester ganjil ini.

Tapi dengan dukungan banyaaaaaaaak sekali teman, sahabat, dan rekan-rekan di UPN, setelah berjalan sekitar enam minggu ini sepertinya saya mulai bisa menemukan cara saya sendiri untuk berbagi ilmu dengan rekan-rekan mahasiswa. Saya mulai merasa enjoy dengan segala tingkah mahasiswa di dalam kelas. Saya mulai menikmati segala keajaiban kelakuan mereka di dalam kelas, mulai mengapresiasi sebagian mahasiswa yang dari tugas-tugasnya menunjukkan perkembangan, mulai berusaha menghafal nama mereka (walau mungkin gak bisa semuanya ya), termasuk (kadang) tertawa sambil heran mengamati mereka bersama rekan pengajar yang lainnya :D

Ngajar juga ternyata bikin saya makin merasa hormat sama para pendidik dan pengajar saya sejak saya mulai mengincipi sekolahan. Ngajar membuat saya makin kagum sama guru-guru dan dosen-dosen saya, dan membuat saya merasa bahwa mereka semua adalah orang-orang keren. Beberapa kalimat yang pernah mereka katakan semasa saya masih sekolah/kuliah mendadak teringat kembali di kepala dan menemukan maknanya ketika saya melihat dan merasakan sendiri kondisi beliau-beliau ini ketika mengajar atau berhadapan dengan mahasiswa. Celetukan simpel salah satu dosen saya di semester 1("kalian ini kan orang DKV....ngapain beli tabung gambar kayak anak arsitek?") akhirnya teringat kembali dan baru bisa saya pahami kondisi dan artinya saat ini. Sungguh saya belum ada apa-apanya dibanding mereka semua, baik yang serius menjadi pendidik maupun yang sekedar ngajar. Kata Shu, kalo saya sudah bisa berempati sampai kesitu, mungkin memang ini jalan hidup saya yang harus saya temukan selama ini. Ada kaitannya ama Dharma dan Karma kalo gak salah, entah bagaimana menjelaskannya(saya lupa...=__=a).

Profesi ini jelas tidak gampang, tapi saya masih pingin terus belajar supaya yang tidak gampang ini bisa saya lakukan. Ngajar itu ternyata seru, walopun nggak gampang :) Ngedengerin mahasiswa guyon pas ngerjakan tugas di studio itu sangat refreshing dan bikin saya tetep update ama gaya guyonan terbaru masa kini (hayah!). Memperhatikan raut muka mahasiswa yang nggak dapet absen gara-gara telat itu terasa fun(dan agak ngeselin), sementara memperhatikan raut muka mahasiswa yang (sepertinya) jadi nyandak ama materi yang saya bawakan itu sangat-sangat-sangat menyenangkan :D Ngobrol-ngobrol sama mbak-mbak dan mas-mas sesama dosen juga bikin saya tetep update ama dunia DKV. Pendek kata, I love this job, dan akhir-akhir ini malah saya justru jadi mellow kalo sedang di rumah dan tidak mengajar XDDD.

Yah, semoga besok-besok level saya bisa naik dari jadi "pengajar" ke jadi "pendidik". Tentu kudu ada prosesnya, kudu tamat satu game lagi kalo mau terus lanjut (game itu berjudul "S2" T^T) dan kudu banyak-banyak belajar apapun. Soal itu sih mari kita lihat saja nanti :) Let's just hope and pray for the best.

Dan satu lagi, saya baru sadar kalo ternyata saya memang "BuAs" T^T, apalagi soal kerapian tugas, disiplin waktu, ama sopan santun(lha kok?) wakakakakak~~