Showing posts with label works. Show all posts
Showing posts with label works. Show all posts

Monday, 25 August 2014

SenpasenBoyz X Arikawa Reika, UtaPri fan-art

So....on April 2014 Reika Arikawa was going to be a judge for ClaS:h regional cosplay competition in my hometown Surabaya, and she was going to have a performance with 1000% Boyz (a group that cosplay Utapri in my hometown). The boys decided to give a t-shirt with an original ilustration of Utapri as a souvenir for Reika, and Nongkicchi asked me to do the drawing. Being Reika's fans since I saw her Tiger&Bunny cosplay, of course I said yes! XDD The boys requested me to do a drawing of Utapri with a hint of Indonesian elements to remind Reika of us, so I made the chibi picture of Starish wearing lurik tops and arranged them in a gunungan-shaped decoration (I'll upload the more detailed version later).
aaaand...this is the initial progres, the outline, the digitally-colored picture and the moment when Reika got the T-shirt from the boys :)
Hope you like it Reika-sama :'D


my initial sketch, outlined, digital, and t-shirt printed illustration
here's the twitter and facebook page of 1000%Boyz. please support them if you like their cosplay and their awesome performance :)
twitter.com/SenpasenBoyz
www.facebook.com/senpasen.boyz

Sunday, 4 December 2011

Akiba Street

Sebenernya pas itu asal nyeletuk jadi akibaSt ....XD.
Intinya khan di lagu-lagu yg udah pernah digarap kemarin-kemarin sama nextGen, dan lagu-lagu yg cita2nya bakal digarap nanti coraknya tetep anime, tokusatsu, jpop, game yg pusatnya di Akiba kalo di Jepang :3
Soal kenapa "street", di Jepang sendiri banyak musisi-musisi yang start dari jalanan hingga bisa sampe jadi musisi besar dan keren. Lagipula, di "street" ada banyak org dgn banyak style dan masing-masing kepribadiannya. Dengan kata lain, kami bisa tetep jadi diri kita sendiri dengan karakter vokal dan karakter musik kita masing-masing disini, yang bisa lebur jadi satu ketika kami menyanyikan sebuah lagu bareng-bareng (hayah)
Yang mungkin bisa ngebedain kita dari otaku, kalo otaku mengcover dengan sungguh sugoi dan sungguh mirip aslinya, maka kita mengcover dengan style lain, yang entah jadinya lebih nge-rock, ato justru lebih kalem (akustik). Tidak menutup kemungkinan juga kita ngecover dengan gaya musik kita sendiri ato bikin lagu yang samasekali baru, walopun sementara ini kita belum tau apa kita punya tujuan sampe recording sendiri aja, recording sampe ke label, ato cuma utk sekedar melampiaskan keinginan nyanyi ngebawain lagu2 ost/anime/game/tokusatsu aja :3
ah iya....vocalists terdiri dari saya, Farid, Dhilla, Maurice, dan Dhoni. Gitar oleh Dede dan Mentoz, dan Bass oleh Nongky :3

Saturday, 5 November 2011

Two Band Logos in October

This October I've been working on two different band logos. One of them is the Surabaya's legendary Japanese soundtrack cover band OTAKU for their 10th anniversary mini-concert, and the other one is my new band with the Ko-J-Tsu Project NextGen formation called AkibaStreet or AkibaSu.
Actually I'm making the Otaku personels chibi too, but since there's not enough time to post the picture on the tee that they're going to wear during the mini concert, the logo was being used as the tee's image instead.




Tonight I accidentally stumbled upon the poster for this end-of-November event, and it somehow tickles me seeing two logos of a band that I create being posted in the same poster :D


Wednesday, 26 October 2011

ternyata jadi pengajar itu seru :D

Lama gak nulis-nulis notes, akhirnya saya kangen nulis juga :D
Hari ini sudah hampir 2 bulan saya mulai menjadi tenaga pengajar tidak tetap di salah satu calon PTN di Surabaya. Sebuah profesi yang sebenernya cukup mengagetkan diri saya sendiri, terutama karena sejak kecil saya samasekali ndak kepikiran untuk jadi guru (atau semacam guru).
Yep. Cita-cita jadi pengajar itu justru benar-benar baru muncul di akhir masa kuliah. Sebelumnya? ngebayangin aja nggak XDDD
Saya orang yang termasuk cepat dan mau belajar, tapi sangat geregetan ama orang yang diajari kayak gimana juga gak ngerti-ngerti. Makanya, saya seringkali nolak rikues guru2 semasa sekolah dulu untuk mbantu ngajari temen2 saya, daripada saya jadi geregetan sendiri trus akhirnya malah tanpa sadar ngomong sesuatu yang bikin hubungan pertemanan jadi buyar ^^;;.
Jangankan teman. Adek2 saya pun lebih sering males saya ajari karena mulut saya yang pedes ini.

Trus kenapa mendadak tertarik jadi pengajar?

Salah satunya mungkin justru karena saya kuliah di DKV ITS ya... Semasa berkuliah, seperti lazimnya anak kuliah, tentu saya dan teman-teman (lintas angkatan) pernah lah ngobrolin dosen, ngobrolin mata kuliah, dan tentu ngobroli berbagai cara ngajar para dosen kami saat itu. Ada yang senang cara ngajarnya pak ini, ada yang lebih suka diajar oleh pak itu, ada yang mikir seandainya matakuliah ini diajarkan oleh dosen yg itu mungkin bakalan lebih "nyandak" ketimbang diajar sama dosen ini, dan berbagai rasan-rasan khas mahasiswa lainnya. Dari rasan-rasan (yang entah kenapa kesimpulan-kesimpulannya malah nyantol di otak) ini, pada beberapa kesempatan, saya sering dijadikan sarana konsultasi oleh teman-teman tentang tugas yang kami hadapi. Ringan-ringan saja sebenarnya...sekedar tanya enaknya bikin asistensi yang seperti apa, atau asistensian ini kurang apa kok sampai ditolak ama dosen ini, atau hal-hal semacam itulah. Ndilalah sih, ternyata beberapa saran saya gol ketika dijadikan asistensi.

Setelah agak kecewa dengan pengalaman kerja saya di suatu tempat selepas wisuda kemarin, akhirnya datang tawaran mengajar dari mas Iqbal. Harapan saya sih awalnya ndak muluk-muluk, asal dekat dengan rumah dan membuat saya merasa nyaman karena tidak merasa "stuck" aja sih sepertinya udah cukup untuk dijadikan pegangan sementara ini (berhubung nyokap punya anggapan udah selesai kuliah ya kerja, mbuh dimana gitu). Saya sendiri tertarik mengajar lebih karena saya rasa jadi pengajar lebih punya kesempatan untuk bertemu dengan banyak orang, dan bisa belajar lebih banyak hal lagi, apapun itu :D. Lucunya, ketika saya mengabarkan hal ini ke beberapa teman dan sahabat, tanggapannya malah "Wah! cocok banget itu Ast!", "pantes deh kayaknya mbak", dan kalimat-kalimat sejenisnya...XDD

Awalnya, tentu kagok sekali. Saya bingung mau menempatkan diri jadi teman sharing atau menjadi sumber ilmu. Saya tidak ingin disepelekan, tapi saya juga (awalnya) nggak mau dipanggil "Bu". Lebih lagi nama saya kalo dipenggal dan ditambah sebutan "Bu" bisa-bisa jadinya malah "BuAs" =___=a (yeah, yang ini asli kekhawatiran gak penting deh sebenernya). Saya punya idealisme, saya ingin berbagi ilmu, saya ingin terus belajar, saya ingin berada di lingkungan yang dinamis. Tapi jelas ada rasa ragu, apakah saya yang seperti ini pantas untuk mengajar orang lain, terlebih berambisi tidak hanya jadi seorang pengajar, melainkan seorang pendidik? Apakah saya yang sekarang sudah cukup ilmu untuk dibagikan kepada teman-teman mahasiswa? Pertanyaan-pertanyaan itu terus mengganggu saya dan cukup membuat saya nervous di minggu pertama semester ganjil ini.

Tapi dengan dukungan banyaaaaaaaak sekali teman, sahabat, dan rekan-rekan di UPN, setelah berjalan sekitar enam minggu ini sepertinya saya mulai bisa menemukan cara saya sendiri untuk berbagi ilmu dengan rekan-rekan mahasiswa. Saya mulai merasa enjoy dengan segala tingkah mahasiswa di dalam kelas. Saya mulai menikmati segala keajaiban kelakuan mereka di dalam kelas, mulai mengapresiasi sebagian mahasiswa yang dari tugas-tugasnya menunjukkan perkembangan, mulai berusaha menghafal nama mereka (walau mungkin gak bisa semuanya ya), termasuk (kadang) tertawa sambil heran mengamati mereka bersama rekan pengajar yang lainnya :D

Ngajar juga ternyata bikin saya makin merasa hormat sama para pendidik dan pengajar saya sejak saya mulai mengincipi sekolahan. Ngajar membuat saya makin kagum sama guru-guru dan dosen-dosen saya, dan membuat saya merasa bahwa mereka semua adalah orang-orang keren. Beberapa kalimat yang pernah mereka katakan semasa saya masih sekolah/kuliah mendadak teringat kembali di kepala dan menemukan maknanya ketika saya melihat dan merasakan sendiri kondisi beliau-beliau ini ketika mengajar atau berhadapan dengan mahasiswa. Celetukan simpel salah satu dosen saya di semester 1("kalian ini kan orang DKV....ngapain beli tabung gambar kayak anak arsitek?") akhirnya teringat kembali dan baru bisa saya pahami kondisi dan artinya saat ini. Sungguh saya belum ada apa-apanya dibanding mereka semua, baik yang serius menjadi pendidik maupun yang sekedar ngajar. Kata Shu, kalo saya sudah bisa berempati sampai kesitu, mungkin memang ini jalan hidup saya yang harus saya temukan selama ini. Ada kaitannya ama Dharma dan Karma kalo gak salah, entah bagaimana menjelaskannya(saya lupa...=__=a).

Profesi ini jelas tidak gampang, tapi saya masih pingin terus belajar supaya yang tidak gampang ini bisa saya lakukan. Ngajar itu ternyata seru, walopun nggak gampang :) Ngedengerin mahasiswa guyon pas ngerjakan tugas di studio itu sangat refreshing dan bikin saya tetep update ama gaya guyonan terbaru masa kini (hayah!). Memperhatikan raut muka mahasiswa yang nggak dapet absen gara-gara telat itu terasa fun(dan agak ngeselin), sementara memperhatikan raut muka mahasiswa yang (sepertinya) jadi nyandak ama materi yang saya bawakan itu sangat-sangat-sangat menyenangkan :D Ngobrol-ngobrol sama mbak-mbak dan mas-mas sesama dosen juga bikin saya tetep update ama dunia DKV. Pendek kata, I love this job, dan akhir-akhir ini malah saya justru jadi mellow kalo sedang di rumah dan tidak mengajar XDDD.

Yah, semoga besok-besok level saya bisa naik dari jadi "pengajar" ke jadi "pendidik". Tentu kudu ada prosesnya, kudu tamat satu game lagi kalo mau terus lanjut (game itu berjudul "S2" T^T) dan kudu banyak-banyak belajar apapun. Soal itu sih mari kita lihat saja nanti :) Let's just hope and pray for the best.

Dan satu lagi, saya baru sadar kalo ternyata saya memang "BuAs" T^T, apalagi soal kerapian tugas, disiplin waktu, ama sopan santun(lha kok?) wakakakakak~~

Thursday, 31 March 2011

Batik Kelautan

Last December my aunt (whose husband is one of the officials) asked me to create a marine-themed batik for the Ministry of Marine Affairs and Fisheries' annual product exhibition. I consider this as a big responsibility, even if the fabric will be mass-produced as a trading commodity, because traditionally a batik pattern was made with certain philosophical meaning.

Firstly I decide to consult the official Ministry of Marine and Fisheries' website to learn about Indonesian maritime and fisheries commodities. After searching for relevant data and real images for several week, I decided to create the first pattern, consist of sea turtle, pearl oyster, squid, shrimp, fish, and crab batik-stylized images.

marine-themed batik pattern


The sea turtle was intended to be the reminder of how fragile the abundant resources of the sea is, and that we should protect it for the future generation. In the other hand, just like the common turtles, the sea turtle represent the longevity which suggest that the ministry will continue to protect the maritime resources forever.

The fish and the shrimp represent how they become the main resources for the fishery industries, either within the country or as the export commodities.

The Crab with its tough armor represents the will of the ministry to protect the resources within the Indonesian marine territory, together with the Navy, from any disturbance and intrusion that threaten the sovereignty of the marine territories.

At last, the pearl oyster represent the wonderful beauty of Indonesian undersea.

My aunt says that the pattern is fantastic, and each and every detail on the pattern still can be developed into new patterns. She also requested the batik patterns to be made in pastel colors. Thus, the pattern was developed into four new pattern with each of it's philosopical meaning.


the sea turtle batik pattern
the fish,shrimp,and algae batik pattern

the crab batik pattern
the pearl oyster batik pattern
 

The exhibition which was due on february 2011 got postponed to the mid of May 2011. I am kinda disappointed though, because I haven't received any profit from these batik pattern designs either. I haven't planning on any legal contract to be signed on my design projects between me and my client when this request was made, so I kinda have no power to demand my rights upon this pattern while it means soooo much to me (my first seriously made batik patterns) :(

Wednesday, 23 March 2011

Addictive ~ Summer FM suspended album's cover art

this time, it's one of my favorite task ever....designing an album's cover art.



My client is Summer FM, an indie band in my hometown Surabaya. They reaaaaalllly are a nice client. They only tell me what kind of atmosphere do they want to show within the mini-album, and they didn't even give me a deadline! Yaay~!!XDD
They also said that I'm free to be as creative as I wanted to within this album, and when I show them what I've done for the cover, they said they LOVE IT~! wow....

I'm sooo happy with this project.

Unfortunately, due to many circumstances, the mini album which was suppose to be release was postponed until further notice. Anyway, I'm reaaaaaaaaalllly happy that they love the cover art :)

Good Luck guys~:)

L.O.V.E

hmmm.........
Today's post (after a loooooong pause) is the artwork that I've created on the request of a friend from my highschool days, Ruth. The concept is about her and her boyfriend together, because this artwork was intended to be printed on their anniversary invitation.
What? no, they haven't got married yet, but hopefully they will, eventually :)
She asked me to draw 3 picture, but today I guess I'll upload the first finished picture.

happy anniversary Ruth!